Serba-Serbi Raudhah, Taman Surga Dunia yang Ada di Madinah

Serba-Serbi Raudhah, Taman Surga Dunia yang Ada di Madinah

WINATOUR- Berkunjung ke tanah suci dan menyambangi berbagai tempat istimewa di sana sudah tentu menjadi agenda wajib bagi umat muslim. Kami salah satunya, sebagai travel umroh Jakarta Barat kami selalu memandu para jamaah untuk berkeliling di sana. Masjid Nabawi yang berlokasi di Madinah adalah salah satu tempat yang paling padat pengunjung selama 24 jam setiap hari. Salah satu alasannya adalah karena di dalam komplek Masjid Nabawi ini terdapat tempat yang sangat istimewa yang disebut Raudhah.

travel umroh Jakarta Barat

Sesuai dengan namanya, Raudhah diyakini sebagai taman surga di bumi. Berbeda dengan area Masjid Nabawi lainnya yang menggunakan karpet berwarna merah, area Raudhah menggunakan karpet berwarna hijau yang membuatnya bagaikan hamparan rumput. Luas area ini hanya sekitar 144 m², namun tidak mengurangi daya tarik Raudhah. Lalu apa yang membuat tempat ini begitu istimewa?

Raudhah dulunya merupakan area antara rumah nabi Muhammad SAW dan mimbar tempat beliau berkhutbah di masjid yang asli. Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan mengenai keistimewaan Raudhah, diantaranya riwayat hadits Abdullah bin Zaid al Mazinni radhiyallahu’anhu, “Antara rumahku dan mimbarku adalah satu taman surga.” (HR. Bukhari 1195 & Muslim 3434).

Namun, karena Masjidil Haram mengalami banyak sekali perbaikan tampaknya cukup banyak jamaah yang masih kurang mengetahui bahwa bangunan pilar yang berada di sekitar Raudhah masih tetap menyimpan sejarah.

  1. Usthuwaanah al-Mukhallaqah

Diberi nama al-Mukhallaqah (diberi minyak wangi), karena menurut sejarah orang pertama yang member wewangian pada Masjid Nabawi adalah Utsman bin Affan Ra. Pilar ini menurut Salamah bin al-Akwa adalah tempat Rasulullah SAW biasa shalat di pilar ini.

  1. Usthuwaanah al-Qurah/ Aisyah

Pilar ini disebut juga Muhajirin karena tempat sahabat-sahabat Muhajirin sering duduk. Dan juga diberi serbutan ‘Aisyah’ sebagai bentuk penghormatam kepada Aisyah dalam menyebarkan dakwah islam.

  1. Usthuwaanah at-Taubah/ Abu Lubabah

Abu Lubabah merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Menurut Ibnu Hisyam disebutkan bahwa Abu Lubabah pernah mengikatkan diri pada tiang masjid selama enam hari dengan tujuan bertaubat kepada Allah SWT karena pernah melakukan kesalahan. Setelah taubat Lubabah diterima Allah SWT, kemudian Rasulullah SAW melepaskan ikatan Lubabah.

  1. Usthuwaanah as-Sair

As-Sair artinya ranjang, dan pilar inilah tempat Rasulullah SAW dahulu beritikaf. Beliau meletakan pelepah kurma sebagai tempat tidurnya, kemudian berbaring di tempat ini.

  1. Usthuwaanah al-Hars

Al-Hars berarti penjagaan, karena di tempat ini para sahabat menjaga Rasulullah SAW saat beliau berjumpa dengan masyarakat.

  1. Usthuwaanah al-Wafud

Pilar yang terakhir merupakan tempat dimana Rasulullah SAW biasa duduk ketika menyambut utusan bangsa Arab yang datang ke Madinah.

Keenam pilar ini dibangun untuk mengingatkan umat muslim di seluruh dunia kepada Nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya. Oleh sebab itu, Raudhah yang terdapat keenam pilar ini banyak didatangi para jamaah untuk melaksanakan shalat.

Meskipun dianjurkan beribadah di Raudhah, para ulama juga memperingatkan ada beberapa kesalahan yang wajib dihindari ketika berada di raudhah. Kesalahan yang sering dilakukan oleh jamaah umroh saat di Raudhah adalah:

  1. Ikhtilath: Bercampur baur antara jamaah laki-laki dan jamaah perempuan
  2. Ngalap berkah: Mengusap-usap dinding makam atau mimbar Nabi Muhammad SAW untuk mengharapkan berkah
  3. Masuk ke Raudhah bermaksud untuk mendekatkan diri kepada makam nabi dan beribadah pada makam nabi.

Namun, untuk Anda para jamaah wanita tidak perlu khawatir, karena para Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) Sektor Khusus Masjid Nabawi, telah memisahkan pintu masuk untuk laki-laki dan wanita. Untuk wanita, terdapat pintu 25 (gate 25) yang berada di wilayah timur Masjid Nabawi. Berbeda dengan jamaah laki-laki yang bisa berkunjung kapanpun ke Raudhah, untuk wanita terdapat tiga pembagian waktu kunjungan. Yaitu, setelah shalat subuh hingga menjelang dzuhur (9.30 waktu setempat), lalu ba’da dzuhur hingga ashar, dan ba’da shalat isya hingga tengah malam.

Di pintu masuk, jamaah akan dikelompokan menjadi tiga kelompok yang dikategorikan dalam bahasa, yaitu, Inggris, Arab dan Indonesia. Selain waktu kunjungan dan pengelompokan, terdapat juga beberapa adab yang harus di perhatikan saat mengunjungi Raudhah:

  1. Masuk dengan kaki kanan sekaligus membaca doa
  2. Tidak duduk di dekat pintu dan menghalangi jamaah lain
  3. Tidak melangkahi pundak orang
  4. Memberi salam kepada Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya (Abu Bakar dan Umar)
  5. Tidak berdesak-desakan saat keluar dan masuk masjid
  6. Tidak bersuara keras
  7. Menghadap kiblat dan berdoa untuk diri sendiri, orang tua, sanak keluarga dan kaum muslimin
  8. Tidak menyentuh dinding makam apalagi menciumnya

Menyambangi tempat istimewa memang membutuhkan effort yang ekstra. Oleh Karena itu, jika Anda sangat ingin beribadah di taman surga ini sebaiknya persiapkan beberapa hal. Misalnya makanan dan minuman, karena antrian bisa mencapai 2 jam lamanya. Yuk mulai rencanakan umroh dengan kami http://umroh.winatour.com, travel umroh di Jakarta Barat terbaik yang dapat Anda temukan!

About Author

client-photo-1
DS Tias

Comments

Leave a Reply