Terbaru 2019! 10 Kegiatan Ini Mulai Diperbolehkan Untuk Perempuan di Arab Saudi

Kegiatan yang Diperbolehkan Untuk Perempuan di Arab Saudi

WINATOUR- Saat mendengar nama Arab Saudi, apa yang ada di fikiran Anda? Kebanyakan dari Anda pasti terpikirkan mengenai umroh dan haji. Atau mungkin setelah mendengar nama Arab Saudi Anda langsung mencari travel haji plus terbaik di Jakarta?

Namun, baru-baru ini tim umroh.winatour.com memiliki beberapa hal menarik yang terbersit saat mendengar nama Arab Saudi. Yaitu pencabutan beberapa larangan kegiatan untuk perempuan. Bagaimana tidak, selama kurang lebih 16 tahun kami berkecimpung membantu umat muslim menunaikan ibadah di tanah suci, kami sudah sangat familiar dengan kebijakan konservatif disana. Oleh karena itu, terobosan baru yang dikeluarkan oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman menjadi sebuah awal dari revolusi budaya di Arab Saudi.

travel haji plus terbaik di jakarta

Revolusi yang digalakan Raja Salman ini akan semakin berkembang dengan alasan memacu pertumbuhan ekonomi. Yang nantinya membuat negeri ini beralih haluan dari konservatif menjadi lebih moderat. Lantas apa saja yang hal-hal yang dulu dilarang, saat ini sudah mulai diperbolehkan?

  1. Menonton Bioskop

Arab Saudi yang menerapkan paham Wahabi dalam berbagai kebijakannya, melarang berbagai kegiatan untuk perempuan salah satunya menonton bioskop. Namun, saat ini pemerintah diperkirakan akan membuka lebih dari 300 bioskop dengan lebih dari 2000 layar yang diproyeksikan selesai pada tahun 2030. Sebagai awal dari kebijakan ini, pemerintah mulai membuka bioskop pada tahun 2018 kemarin dan memperbolehkan perempuan untuk masuk.

  1. Menyetir

Pada Juni 2018, pencabutan larangan bagi kaum perempuan mulai diberlakukan. Dekrit kerajaan Arab Saudi memerintahkan peraturan lalu lintas, termasuk surat izin mengemudi bagi laki-laki dan perempuan.

  1. Menonton di Stadion

Selama ini stadion memang hanya untuk kaum laki-laki, karena larangan perempuan berada di tempat ramai yang bercampur dengan laki-laki. Oleh karena itu, pemerintah sedang mempersiapkan tiga stadion baru yang nantinya juga dapat digunakan untuk perempuan.

  1. Ikut Pemilu

Untuk kali pertama dalah sejarah kerajaan, lebih dari 900 perempuan berkampanye untuk memperebutkan jabatan publik alias kursi pemerintahan yang digelar pada 12 Desember 2015. Hal ini dikarenakan dekerit kerajaan tahun 2013 yang dikeluarkan Almarhum Raja Abdullah yang memandatkan Dewan Konsultasi badan penasihat yan ditunjuk raja setidaknya 20% perempuan.

  1. Berdandan

Larangan berdandan bagi perempuan Arab Saudi tampaknya sudah mulai menghilang secara perlahan. Kini perempuan disana sudah bisa memakai baju berwarna terang dan memperlihatkan kecantikannya. Bahkan badan penasihat kerajaan, Shura Council telah meminta presenter TV untuk menggunakan baju yang menarik namun tetap sopan.

  1. Olahraga

Ya, perempuan Arab Saudi dilarang berolahraga apapun apalagi berenang. Pada saat pemerintah mengirimkan dua atlet perempuan di Olimpiade London saja, kala itu dianggap tidak pantas. Namun, baru-baru ini pemerintah telah membuka pusat kebugaran (gym) dan mulai memberikan izin khusus untuk perempuan. Hal ini dikarenakan banyaknya perempuan yang menderita obesitas dan memotivasi mereka agar hidup lebih sehat.

  1. Pendidikan

Arab Saudi memiliki visi untuk 2030, yaitu meningkatkan akses pendidikan dan olarhraga bagi perempuan. Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat dan terjadi peningkatan pelajar di universitas.

  1. Mengenakan Bikini di Pantai

Dikutip dari the Telegraph, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman mengumumkan pembangunan resort khusus di pesisir laut merah. Resort ini nantinya akan dikhususkan untuk perempuan, dan disana perempuan diperbolehkan untuk menggunakan bikini. Resort ini mulai dibangun tahun 2019 dan diproyeksikan selesai tahun 2020.

  1. Bekerja Sebagai Pemandu Lalu Lintas

Perempuan mulai diperbolehkan bekerja sejak tahun 2012, namun kesempatannya masih terbatas. Mereka hanya diperbolehkan bekerja di toko-toko pakaian dan kosmetik saja. Tahun lalu, menurut laporan Saudi Gazzete, Saudi Air Navigation Service telah memilih 80 perempuan dari 6.900 kandidat. Berdasarkan Saudi Vision 2030, Arab Saudi memiliki target meningkatkan pekerja perempuan sebesar 28%.

  1. Video Call

Mungkin ini terdengar lucu. Tapi, perempuan memang tidak diperkenankan untuk menggunakan fasilitas telepon dengan jaringan internet lho. Khususnya video call seperti Skype, dan Whatsapp. Nah, tahun lalu pemerintah sudah menghapus larangan tersebut.

Demikian 10 kegiatan yang sekarang dapat dilakukan oleh perempuan Arab Saudi. Apakah Anda sebelumnya mengetahui bahwa kegiatan tersebut dilarang? Tim umroh.winatour.com memberikan informasi ini agar Anda mengetahui serba-serbi sosial budaya disana saat melaksanakan ibadah. Yuk, mulai rencanakan ibadah umroh dan haji Anda bersama kami, umroh.winatour.com travel haji plus terbaik di Jakarta!

About Author

client-photo-1
DS Tias

Comments

Leave a Reply