Inovasi Regulasi dan Sistem Haji 2019 Semakin Baik

WINATOUR- Penyelenggaran haji dan umroh di era modern seperti sekarang ini tentunya memudahkan para jamaah untuk memenuhi panggilan ke Baitullah. Jika zaman dahulu para jamaah menempuh perjalanan berbulan-bulan untuk mencapai ke tanah suci, kini mereka dapat terbang hanya dalam hitungan jam dengan pesawat. Di samping itu, fasilitas yang disediakan oleh penyelenggara ibadah haji juga sangat membantu. Berbagai kemudahan ini tentunya tidak di dapatkan dengan mudah, mulai dari pemerintah Indonesia, Kerajaan Arab Saudi, hingga travel haji plus terbaik di Jakarta dan kota-kota lainnya pun terus melakukan inovasi untuk memanjakan para jamaah haji.

Travel Haji Plus Terbaik di JakartaSemua aspek yang mempengaruhi kenyamanan serta kelancaran ibadah haji Indonesia dipersiapkan dengan sangat matang oleh para stakeholder. Setiap tahunnya mereka selalu melakukan evaluasi guna mengetahui apa masalah dan hambatan di tahun ini. Sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk tahun-tahun berikutnya.

Salah satu contoh inovasi pada haji sebelumnya, yaitu tahun 2018, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi bersinergi melakukan inovasi digital yang di namakan “Makkah Route”. Dengan inovasi ini para calon jamaah haji tidak perlu mengantre di imigrasi Saudi seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan proses pengecekan dilakukan di setiap bandara asal calon jamaah.

Oleh karena itu, penulis akan membahas mengenai inovasi regulasi beserta sistem haji apa saja yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah kita untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi ibadah haji Anda di tahun 2019.

  1. Fast Track Imigrasi

Sebelumnya, sistem fast track ini baru diterapkan pada 70.000 jamaah yang berangkat melalui Bandara Soekarno Hatta. Namun, pada tahun 2019 akan diberlakukan kepada seluruh jamaah di 13 embarkasi Indonesia (tempat pemberangkatan jamaah haji). Untuk melakukan fast track ini, yang perlu dilakukan pemerintah adalah menentukan dan membentuk kloter (kelompok terbang) jamaah sejak awal oleh pemerintah pusat. Sehingga konfigurasi manifest di pesawat sudah diatur berdasarkan regu dan rombongan. Dengan di mplementasikannya regulasi ini, diharapkan para jamaah tidak akan terpecah saat memasuki jalur cepat imigrasi.

  1. Rekam Biometriks

Inovasi ini masih berhubungan dengan yang pertama yaitu untuk meningkatkan efisiensi waktu jamaah di jalur cepat imigrasi. Sejak tahun 2016, pemerintah Indonesia yaitu Kemenag terus mengusahakan regulasi ini. Tahun  2019, upaya ini dapat di realisasikan yang mencakup data 10 sidik jari dan foto jamaah haji di 13 embarkasi. Inovasi ini akan memotong antrian dan masa tunggu baik di Bandara Madinah ataupun Jedda. Yang awalnya bisa mencapai 4-5 jam menjadi hanya 1 jam.

  1. Sistem Sewa Hotel di Madinah

Sistem sewa hotel di Madinah sedikit berbeda dari Kota Mekkah. Biasanya di Madinah sewa akomodasi dilakukan secara blocking time. Mulai tahun ini, lebih dari 50% jamaah akan ditempatkan di 32 hotel yang disewa dalam satu musim penuh. Artinya hotel akan diisi hanya untuk jamaah haji Indonesia dan tidak dicampur dengan negara lain. Sistem ini juga di berlakukan sebagai upaya untuk meminimaslisai ketergantungan kepada para majmuah (asosiasi yang bertugas menyiapkan sarana akomodasi penginapan jamaah haji di Madinah).

  1. Sitem Zonasi

Sistem zonasi ini dicetuskan oleh Menteri Agama Lukman Hakim. Beliau beranggapan bahwa dengan menempatkan jamaah yang berasal dari satu daerah secara berdekatan saat berada di hotel  akan mempermudah sekaligus memberikan kenyamanan.

  1. Fase Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina)

Pada tahun 2018, jumlah tenda terbatas karena adanya tragedi saling klaim dengan jamaah haji dari negara lain. Oleh karena itu, pemerintah berinisiatif untuk memberikan nomor untuk seluruh tenda Indonesia agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali.

  1. Revitalisasi Satgas Armuzna

Peristiwa diatas tentunya terjadi karena kurangnya sikap petugas. Diperlukan ketegasan dan komitmen untuk menjaga fasilitas Indonesia. Oleh Karen itu, untuk tahun 2019, pemerintah berupaya untuk meningkatkan dan menggiatkan kembali SDM petugas Indonesia disana. Dengan kualifikasi, komposisi dan jumlah petugas setiap pos serta pemetaan yang jelas.

  1. Intensifikasi Sistem Laporan Haji Terpadu

Intensifikasi pelaporan secara digital ini dapat dilakukan oleh para petugas haji ataupun jamaah dalam sebuah aplikasi terintegrasi. Hal ini sebagai upaya untuk memaksimalkan pelayanan terhadap para jamaah haji asal Indonesia. Aplikasi ini disebut Haji Pintar yang sudah dikembangkan sebelumnya. Aspek yang termasuk kedalam sistem laporan haji ini antara lain:

  • Pelaporan petugas kloter dan sector;
  • Pengaduan melalui sistem pengaduan dan monitoring (tidak lagi dilakukan via WA);
  • Komunikasi petugas dan jamaah, serta monitoring petugas;
  • Konfirmasi kesehatan jamaah (rawat, kembali dari ruang rawat, sakit atau rujukan);
  • Informasi badal dan safari wukuf;
  • Penggunaan gelang RFID yang di dalamnya terdapat seluruh data jamaah haji untuk proses check in/out, juga untuk memudahkan otorisasi distribusi catering;
  • Fitur pelaporan haji khusus.
  1. Strukturisasi Kantor Daerah Kerja

Upaya ini dilakukan untuk mendukung perihal intensifikasi sistem laporan haji terpadu. Kemenag, pada tahun 2019 akan menempatkan satu konsultan di tiap sektor. Pada tahun-tahun sebelumnya, konsultan ini hanya tersedia di kantor Daker (Daerah Kerja) yang berlokasi di Makkah. Oleh Karena itu, konsultan ini diharapkan dapat bersinergi dengan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang ada di tiap kloter.

Kedelapan inovasi diatas merupakan upaya pemerintah kita untuk meningkatkan pelayanan haji untuk Anda. Memang masih ada beberapa inovasi yang masih  dalam proses pemantapan alias belum 100% rampung. Sebagai sesama ukhwah muslim mari kita bersama-sama berdoa semoga segala prosesnya menjadi lebih mudah dan dapat diaplikasikan secara maksimal tahun depan. Disisi lain, tidak hanya pemerintah saja yang mengupayakan pemakismalan layanan haji, sebagai travel haji plus terbaik di Jakarta, kami juga bekerja sama dengan pemerintah sebagai jembatan bagi Anda untuk menggapai cita-cita menginjakan kaki di tanah suci.

Untuk informasi lebih lanjut, tidak perlu sungkan untuk hubungi kami di http://umroh.winatour.com. Wina Tour merupakan travel haji plus terbaik di Jakarta yang dapat Anda percaya.

Inilah Perbedaan Haji dan Umroh

WINATOUR – Haji dan umroh sama-sama dilakukan di Tanah Suci dan wajib dilakukan oleh umat Islam, terutama bagi yang mampu. Pelaksanaannya minimal sekali seumur hidup. Bagi yang berencana melaksanakan ibadah tersebut, kamu dapat memilih travel haji plus terbaik di Jakarta yang menyediakan pemberangkatan haji dan umroh.ravel Haji Plus Terbaik di JakartaUmat muslim Indonesia salah satu negara paling banyak peminatnya dalam pelaksanaan haji dan umroh. Karena itu, agen travel perjalanan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyediakan fasilitas khusus travel haji plus terbaik di Jakarta dan umroh dengan jadwal pemberangkatan yang cukup banyak. Lalu, apa perbedaan haji dan umroh?

 

Pengertian Haji dan Umroh. Haji dan umroh, mana pun yang sudah kamu laksanakan, keduanya memiliki makna yang berbeda. Menurut blog cermati.com, haji secara bahasa bermakna al-qoshdu (sengaja/bermaksud) yaitu mengunjungi tempat yang dimuliakan. Artinya, haji dilakukan pada waktu tertentu dan tata cara tertentu untuk menyempurnakan ibadah kita sebagai umat muslim. Dimana haji menjadi rukun ismlam yang ke-lima, wajib dikerjakan oleh seorang muslim yang mampu secara lahir dan batin saat menjalankannya. Sedangkan, umorh merupakan ibadah sunnah yang apabila dilakukan akan mendapatkan kemuliaan disisi Allah SWT. Sebagaimana umroh yang juga diisaratkan dalam Al-Quran sebagai salah satu ibadah maliah atau ibadah yang menuntut adanya pengorbanan harta benda.

Hukum Haji dan Umroh. Hukum haji dan umroh telah dijelaskan di beberapa artikel di blog Wina Tour sebelumnya http://umroh.winatour.com/category/blog/ . Hal ini ditegaskan dalam Surat Al-Imran ayat 97 khususnya hukum pelaksanaan haji, yang artinya “Dan Allah mewajibkan atas manusia haji ke Baitullah bagi orang yang mampu mengerjakannya”. Artinya, setiap umat muslim yang mempunyai kemampuan biaya, fisik, dan waktu, maka wajib atasnya melaksanakan haji dengan mengikuti syarat, wajib, dan rukun haji. Mengenai hukum umroh, hal ini para ulama memiliki pendapat berbeda berdasarkan referensi hadits yang berbeda-beda. Dalam kitab Al Fiqhu ‘Alal Madzahibil Arba’ah karya Syaikh Abdul Rahman bin Muhammah Awas Al-Jaziri menjelaskan mengenai perbedaan hukum umroh. Didalamnya menjelaskan bahwa menjalankan ibadah umroh itu sunnah muakkadah (sunnah yang dianjurkan) menurut Imam maliki dan Imam Hanafi. Sedangkan menurut imam Syafi’I dan Imam Hambali umroh adalah wajib.

Waktu Haji dan Umroh. Dalam pelaksanaan haji dan umroh tentu memiliki waktu yang berbeda. Haji memiliki waktu yang sudah ditetapkan, yakni 9-13 Dzulhijjah, tepatnya hanya satu kali dalam satu tahun. Berbeda dengan umroh, kamu dapat melakukannya kapan saja asalkan tidak bertepatan dengan waktu ibadah haji. Apabila kamu melakukan umroh saat sebelum haji (saat menunggu keberangkatan haji pada bulan haji) maka umroh tersebut dapat membatalkan haji. Namum para ulama berpendapat, bagi seorang muslim yang mengerjakan umroh berkali-kali dengan alasan kerinduan terhadap Allah SWT, selama itu tidak menjadikan beban dan menimbulkan dampak negatif maka umroh tersebut meskipun sering dilakukan ketika bulan haji dan bulan Ramadhan makan diperbolehkan. Untuk mengetahui jadwal keberangkatan haji atau umroh kamu dapat mengeceknya di travel haji plus terbaik di Jakarta.

Syarat, Wajib, serta Rukun Haji dan Umroh. Haji dan umroh sama-sama dilakukan di Tanah Suci Makkah. Namun, dalam pelaksanaannya ada beberapa poin yang berbeda terutama pada wajib serta rukun haji dan umroh. Berikut ini beberapa poin yang kamu perhatikan saat melakukan ibadah dengan travel haji plus terbaik di Jakarta:

 

Syarat haji dan umroh:

  • Islam
  • Baligh (dewasa)
  • Berakal sehat
  • Merdeka (bukan budak)
  • Mampu (istita’ah)

Rukun haji:

  • Ihram – niat menunaikan ibadah haji bersamaan dengan menggunaka baju ihram
  • Wukuf – berdiam diri di arafah pada waktu dzuhur tanggal 9-10 Dzulhijjah sampai menjelang fajar
  • Tawaf – mengelilingi kabah sebanyak 7 kali
  • Sai – berlari-lari kecil antara bukit safa dan marwah
  • Tahallul – mencukur rambut minimal 3 helai
  • Tertib – melakukan secara berurutan dan tidak meninggalkan salah satu rukun haji

Wajib haji:

  • Ihram dan miqat
  • Mabit di Muzdalifah
  • Mabit di Mina
  • Melempat jumrah
  • Tawaf wada

Rukun umroh:

  • Ihram – niat menunaikan ibadah haji bersamaan dengan menggunaka baju ihram
  • Tawaf – mengelilingi kabah sebanyak 7 kali
  • Sai – berlari-lari kecil antara bukit safa dan marwah
  • Tahallul – mencukur rambut minimal 3 helai
  • Tertib – melakukan secara berurutan dan tidak meninggalkan salah satu rukun haji

Wajib umroh:

  • Ihram dan Miqat