Travel Umroh yang Terdaftar di Departemen Agama Membuat Urusan Jadi Mudah

WINATOUR – Dokumen yang dibutuhkan dalam pelaksanaan ibadah umroh salah satunya paspor. Buat calon jamaah yang belum pernah membuat paspor, kamu bisa mengajukan paspor umroh dengan travel umroh yang terdaftar di Departemen Agama. Sedangkan bagi calon jamaah yang telah memiliki paspor biasa yang digunakan untuk berpergian ke luar negeri, kamu dapat menggunakan paspor tersebut. Saat ini membuat paspor pun sangat mudah, asalkan kamu telah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.Travel Umroh yang Terdaftar di Departemen AgamaPada tahun 2017 terdapat aturan baru yang dikeluarkan Kementrian Agama dalam pengurusan paspor bagi calon jamaah umroh. Dimana kamu harus mendapatkan rekomendasi dari Kankemenag Kabupaten atau Kota. Untuk mendapatkan surat rekomendasi tersebut, jamaah perlu memberikan surat keterangan pemberangakat umroh dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terdaftar resmi di Kementrian Agama atau tepatnya travel umroh yang terdaftar di Departemen Agama.

Adapun pemberlakukan rekomendasi Kemenag ini telah sah dan terdapat dalam surat edaran Kanwil Kemenag Provinsi tentang Penambahan Syarat Rekomendasi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota bagi Pemohon Paspor Ibadah Umroh/Haji Khusus. Surat edaran tersebut mengatur beberapa poin penting, antara lain:

  1. Pengajuan rekomendasi dilakukan calon jamaah umroh/haji khusus atau diwakili PPIU/PIHK dengan melampirkan surat kuasa dari calon jamaah;
  2. Rekomendasi hanya diberikan kepada calon jamaah yang akan berangkat melalui PPIU/PIHK berizin resmi dari Kemenag
  3. Rekomendasi dikeluarkan dan ditandatangani oleh pejabat berwenang pada Kankemenag Kab/Kota
  4. Kantor Kemenag Kab/Kota akan merekap data jamaah yang dibuatkan rekomendasi untuk disampaikan ke Kanwil Kemenag Provinsi dan diteruskan ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh

Setelah kamu mendapatkan surat rekomendasi tersebut, travel umroh yang terdaftar di Departemen Agama akan meminta kamu mengumpulkan persyaratan pembuatan paspor umroh. Beberapa dokumen yang dibutuhkan berupa:

  1. Kartu tanda penduduk atau KTP yang sah dan masih berlaku.
  2. Kartu Keluarga (KK)
  3. Akta kelahiran
  4. Surat Nikah bagi yang telah menikah

Sebelum kamu datang ke kantor imgrasi untuk melakukan pembuatan paspor umroh berdasarkan saran dari travel umroh yang terdaftar di Departemen Agama, kamu harus melakukan proses pengajuan pembuatan paspor secara online. Berikut ini step yang perlu kamu lakukan:

  1. Daftar antrian paspor melalui website https://antrian.imigrasi.go.id/ atau melalui aplikasi “Paspor Online” yang sudah dapat kamu download melalui smartphone
  2. Buat akun pribadi dengan memasukkan email dan data lainnya yang diperlukan
  3. Upload KTP, KK serta Akta Kelahiran/Ijazah/Surat Nikah
  4. Tentukan kantor imigrasi terdekat
  5. Jika sudah mendapat nomor antrian, print form tersebut lalu bawa ke kantor imigrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan

Umroh Berulang Kali dalam Satu Perjalanan, Bagaimana Hukumnya?

WINATOUR – Demi melakukan ibadah umroh tidak sedikit dari umat islam yang berusaha untuk mengumpulkan uang agar dapat menjalankan salah satu ibadah perintah Allah. Serta tidak sedikit pula umat islam yang diberikan kemudahan dari-Nya dapat melakukan ibadah umroh berkali-kali. Bagaimanapun caranya, bagi yang ingin melakukan ibadah umroh sebaiknya menggunakan travel umroh yang terdaftar di Departemen Agama supaya perjalanan ibadah kamu aman.

travel umroh yang terdaftar di Departemen Agama

Perintah umroh terdapat dalam firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 196 yang berbunyi

لِلَّهِ وَالْعُمْرَةَ الْحَجَّ وَأَتِمُّوا

Artinya:“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (QS. al-Baqarah, 196).

Pelaksanaan umroh juga telah dipenuhi oleh Rasulullah SAW. Sepanjang hidupnya Nabi Muhammah telah melakukan umroh sebanyak empat kali.

حَجَّتِهِ مَعَ الَّتِي وَالرَّابِعَةَ الْجِعْرَانَةِ مِنْ وَالثَّالِثَةَ قَابِلٍ مِنْ الْقَضَاءِ وَعُمْرَةَ الْحُدَيْبِيَةِ عُمْرَةَ  عُمَرٍ أَرْبَعَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللَّهُ صَلَّى اللَّهِ رَسُولُ اعْتَمَرَ قَالَ عَبَّاسٍ ابْنِ عَنْ

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : “Rosululloh mengerjakan Umroh sebanyak empat kali. (Yaitu) Umroh Hudaibiyah, Umroh Qadha`, Umroh ketiga dari Ji’ranah, dan keempat (Umroh) yang bersamaan dengan pelaksanaan haji beliau”.

Berdasarkan dua dalil di atas umroh merupakan ibadah yang disyariatkan. Namun dalam pelaksanaannya, Rasulullah masing-masing mengerjakan keempat umroh dengan perjalanan tersendiri (safar). Bukan satu perjalanan untuk sekian banyak umroh, seperti yang dilakukan oleh jamaah umroh sekarang ini. Lalu, bagaimana hukum umroh berulang-ulang ini?

Sebagian besar ulama berpendapat bahwa melakukan umroh berulang kali hukumnya diperbolehkan. Alasannya, bagi orang yang jarak tempat tinggalnya teramat jauh dari Tanah Suci dan biayanya terbatas, mungkin mereka hanya bisa melaksanakan ibadah umroh hanya sekali seumur hidupnya. Sehingga seorang umat muslim dapat melakukan umroh berulang kali dalam satu safar.

Hal ini diperkuat dalam buku Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah, dikemukakan oleh Abd al-Rahman al-Jaziri

الْمَالِكِيَّةُ وَخَالَفَ ثَةٍ ثَلاَ بِاتِّفَاقِ رَمَضَانَ شَهْرِ فِىْ وَتَتَأَكَّدُ الْعُمْرَةِ مِنَ كْثَارُ اْلإِ وَيُنْدَبُ

Artinya: “Dianjurkan memperbanyak atau mengulang-ulang ibadah umrah, terutama di bulan Ramadhan sesuai dengan kesepakatan tiga imam madzhab (Hanafi, Syafi’i dan Hanbali), kecuali Imam Maliki yang tidak sependapat”. Sesuai hadits riwayat  Ibn Abbas ra bahwasanya umrah di bulan Ramadhan itu pahalanya sama dengan ibadah haji”

Adapun makna dari safar adalah satu kali perjalanan dengan jarak minimal. Menurut ulama, jarak safar sekitar 70 – 80 Km. Dimana dalam menunaikan ibadah umroh seseorang harus melaksanakan miqat (tempat untuk memulai niat ibadah umroh dan berganti pakaian ihram) sebelum para jamaah tiba di Masjidil Haram. Maka dari itu, saat jamaah berniat umroh di miqat, setelah itu terhitunglah satu kali perjalanan umroh atau safar.

Travel umroh yang terdaftar di Departemen Agama banyak yang melaksanan miqat di Masjid Bir A’li dan Masjid Yamlamlam. Bagi jamaah yang ingin melaksanakan ibadah umroh lebih dari satu kali, maka akan melaksanakan miqat sebanyak umroh yang ia kerjakan. Kesimpulannya, melaksanakan ibadah umroh dalam satu perjalan (safar) tidak diperbolekhkan. Namun, jamaah dapat melakukan umroh berkali-kali dengan syarat kembali melakukan miqat.

Bagi yang berencana melaksanakan ibadah umroh dalam waktu dekat, Wina Tour, sebuah travel umroh yang terdaftar di Departemen Agama, menawarkan paket perjalanan umroh safar dengan jadwal keberangkatan 25 Oktober 2018. Dalam perencanaan perjalanan ibadah umroh kali ini, Wina Tour merencanakan jamaah akan diberi kesempatan melaksanakan ibadah umroh 2 kali yang akan dilaksanakan pada hari ke-4 dan hari ke-6. Untuk info selengkapnya mengenai perjalanan Umroh Safar ini, kamu dapat melihatnya di sini http://umroh.winatour.com/tours/paket-umroh-reguler-25-oktober-2018/.