Bisa Buat Salah Paham! 5 Kebiasaan Masyarakat Arab Saudi Ini Wajib Jamaah Indonesia Tahu

5 Kebiasaan Masyarakat Arab Saudi Ini Wajib Kita Ketahui Saat Umroh dan Haji

WINATOUR- Saat mengunjungi tempat baru, manusia cenderung suka bereksplorasi. Ia akan berbaur dengan lingkungan tersebut, baik kota, budaya hingga masyarakatnya. Begitu juga dengan jamaah Indonesia ketika di tanah suci. Baik jamaah haji maupun umroh, mereka biasanya meleburkan diri dengan ketiga aspek tersebut. Namun perbedaan negara yang sangat kontras, kerap kali membuat jamaah kaget bahkan salah paham ketika melihat realitas budaya/kebiasaan masyarakat Arab yang begitu berbeda.

Daftar Nama Travel Umroh ResmiUntuk menyiasati hal tersebut, tidak sedikit daftar nama travel umroh resmi beserta haji yang mau memberikan pengenalan mengenai hal ini kepada calon jamaah. Oleh karena itu, sebelum berangkat ke tanah suci sebaiknya Anda aktif mencari informasi agar tidak mengalami shock culture. Untuk pengenalan, yuk disimak apa saja sih kebiasaan masyarakat Arab Saudi. Jangan sampai salah paham apalagi sampai salah tingkah, duuh!

  1. Cara Berbicara

Hal pertama yang diingat saat kita bertemu dengan orang lain adalah cara berbicara. Seperti pepatah mengatakan bahwa karakter setiap orang itu berbeda, begitu juga dengan cara bicara masyarakat arab. Arab Saudi dikenal sebagai negara yang masyarakatnya keras. Jika Anda menemukan warga Saudi yang berbicara keras, jangan salah kaprah dulu ya. Kerasnya mereka bukan berarti menunjukan perasaaan yang tidak suka atau marah. Misalnya saat Anda mendarat di tanah suci dan melakukan pengecekan paspor, jangan membuat perspektif yang negatif terhadap mereka.

Namun, meskipun orang-orang Arab ini berbicara keras dan lantang, mereka jarang sekali mengungkapkan ekspresi secara langsung. Istilah lainnya adalah gemar basa-basi. Oleh karena itu, saat Anda berkomunikasi dengan mereka berikan penekanan beberapa kali. Orang Saudi kerap mengira yang dimaksud adalah hal yang lain.

  1. Gesture

Gesture atau gerakan tubuh orang Arab juga berbeda lho dengan kita. Dengan mengetahui beberapa gesture mereka,  Anda terbantu saat berinteraksi dengan mereka. Misalnya, gesture dua tangan yang dirapatkan dengan semua jari menghadap ke atas Jika di Indonesia mungkin artinya bisa bermacam-macam, seperti ‘terima kasih’,’selamat datang’ atau ungkapan ‘terima kasih’. Namun di tanah suci, gesture ini hanya berarti satu kata yaitu ‘tolong’.

Gesture lainnya adalah perilaku terhadap sesama jenis. Jangan kaget jika laki-laki Arab kerap bercupika-cupiki, mengusap jenggot, mengusap kepala dan berpelukan erat. Ini artinya, sebagai tanda untuk menunjukan kedekatan. Meskipun begitu, bukan berarti semua kontak fisik lumrah di lakukan di depan umum, khusunya berpegangan tangan. Jika Anda ke tanah suci dengan saudara laki-laki sebainya jangan lakukan hal tersebut ya. Memang terkesan standar ganda sih, tapi daripada di cap negatif kan?

  1. Rumah Adalah Privasi

“Ya pastilah rumah itu privasi, dimana-mana juga sama”, pasti ada di antara pembaca yang berfikir seperti ini. Maksudnya rumah adalah privasi ini berarti sekali lho untuk orang Arab. Dengan bangunan kotak persegi yang tinggi dan seperti benteng, memang tidak sembarang orang dapat memasuki istana mereka. Mereka sangat berhati-hati dan cukup sensitif untuk masalah ini. Jadi, jika Anda berjalan-jalan di pemukiman warga jangan coba-coba melirik jendela mereka. Bisa saja nanti dikira maling atau mendapat pandangan buruk lainnya. Begitupun saat mengambil gambar atau ber-swa foto di kawasan pemukiman, jika memang ingin melakukannya mintalah izin terlebih dahulu kepada warga yang ada disana.

  1. Steoreotip Superior

Nah, untuk poin yang ini kuncinya adalah ‘jangan baper’. Sebelum menjelaskan maksudnya ada alasan dibalik stereotip orang Arab tersebut. Ceritanya di mulai dari banyaknya warga Indonesia yang sejak lama bekerja di tanah Saudi, sebagai TKI/TKW. Karena banyak sekali warga Indonesia disana, kebanyakan masyarakat Arab mudah mengenali warga Indonesia dari ciri-ciri fisik yang lebih mungil dan berkulit sawo matang atau kuning langsat. Terkadang, orang Arab yang sudah tua dan berfikir konservatif, cenderung mengeneralisasi hal tersebut. Oleh karena itu, kembali kepada awal paragraf, untuk menyiasati schock culture yang mungkin terjadi disana, kuncinya adalah ‘jangan baperan’ namun jangan juga merasa inferior. Keep it cool! Hal seperti ini kerap terjadi saat jamaah sedang berjalan-jalan di kota. Atau tips lainnya dalah terus gunakan name tag daftar nama travel umroh resmi Anda selama berpergian.

  1. Peraturan Umum

Poin terakhir sebetulnya adalah budaya/aturan yang dibentuk oleh ketetapan pemerintah. Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi tidak hanya oleh masyarakat lokal tetapi juga pengunjung mancanegara. Yaitu, saat berpergian dengan kendaraan umum, wanita tidak boleh sendirian.  Oleh karena itu, sebaiknya selalu bawa alat komunikasi saat diluar untuk menghindari hal-hal yang paling tidak di ingankan seperti terpisah dari rombongan.

Peraturan lainnya yang wajib Anda ikiti adalah larangan selfie saat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Memang, banyak orang-orang yang melakukan ini secara diam-diam namun alangkah baiknya jika Anda mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Selain menghormati pemerintah kerajaan Arab Saudi, dengan tidak melakukan hal tersebut diharapkan ibadah Anda akan menjadi lebih mabrur dan mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Bagaimana, sudah cukup jelas mengenai perbedaan budaya Arab Saudi? Jika belum, sebaiknya daftarkan ibadah Anda di daftar nama travel umroh resmi seperti Wina Tour. Kami akan senang hati memandu hal seperti ini saat di tanah suci. Terdapat paket umroh ramadhan 2019 juga lho, yuk kunjungi kami di http://umroh.winatour.com/.

About Author

client-photo-1
DS Tias

Comments

Leave a Reply